Minggu, 27 Februari 2011

Nakal, Bumi Meringis, Ya Ya Ya, Terbang, dan Melayang Versi JAZZZ!!!

JIKA kita bedah anatomi band Gigi, kita akan menemukan adanya unsur jazz yang kuat di dalamnya. Akar jazz itu kita jumpai pada diri Dewa Budjana dan Gusti Hendy, yang sampai saat ini –di sela-sela kesibukan Gigi yang luar biasa- masih aktif bermain musim jazz melalui kelompok masing-masing.


Sebagaimana kita ketahui bersama, Budjana bergabung dalam beberapa kelompok jazz seperti Trisum, Duo Budjana-Tohpati dan beberapa grup lagi. Sedangkan Hendy membentuk trio jazz bernama Ligro bersama Agam Hamzah dan Adi Darmawan.


Jika selama ini unsur jazz tidak tampak di musik-musik Gigi, itu karena Armand, Budjana, Thomas, dan Hendy telah memilih dan bertekad menempuh jalan pop-rock sejak band ini didirikan 22 Maret 1994. Tapi garis batas ini akan mereka terobos, Gigi akan memainkan komposisi jazz pada festival Java Jazz tahun ini yang digelar pada 4,5, dan 6 Maret. Gigi sendiri akan tampil pada tanggal 6 di ruang A3 BNI Hall, pukul 21.00.


Tujuh lagu telah disiapkan Budjana, semuanya lagu Gigi, tapi dengan aransemen jazz yang benar, bukan jazz ala kadarnya atau jazzy. Kami di kantor sering secara bercanda menyebut band-band yang “sok jazz” ini sebagai “kemejezz”. Nakal, Bumi Meringis, Ya Ya Ya, Terbang, dan Melayang adalah lima komposisi yang akan dibawakan Gigi.


Sebenarnya jika kita mengikuti perjalanan Gigi dengan cermat, kita akan menemukan bahwa Budjana cs penah memainkan lagu Sobat dengan aransemen big band jazz. Lagu band Padi itu dimainkan Gigi di sebuah acara musik di Trans-7. Untuk penampilanya itu Gigi mendapat apresiasi yang sangat bagus, sehingga ada yang menyarankan agar sekalian saja membuat album jazz. Kami dari pihak manajemen membuka kemungkinan itu sebesar-besarnya, tapi sampai saat ini Gigi belum tertarik. Di Indonesia, pentolan Dewa 19, Dhani Ahmad termasuk pelopor dalam urusan ini, dengan membuat album jazz The Swinger bersama musisi Australia.


Kembali ke Java Jazz. Memang ada –sebut saja bintang tamu- dalam setiap event Java Jazz, yaitu band non jazz yang diundang untuk tampil di festival yang masuk dalam agenda tahunan jazz dunia ini. Pertanyaannya adalah apakah mereka membawakan komposisi jazz, atau main seperti biasa saja, sebagaimana mereka tampil di acara regular sesuai dengan genre musiknya sendiri? Kami tidak tahu. Yang pasti Gigi akan tampil beda dari penampilan Gigi seperti yang orang kenal saat ini.


Untuk bisa tampil dalam Java Jazz bukan suatu yang mudah. Bersama band dari mancanegara, ada banyak band lokal yang diseleksi sebelum ditawari masuk dalam daftar penampil. Tahun ini Gigi termasuk yang mendapat tawaran untuk tampil, dan menajemen atas dorongan Gigi, menyambut tawaran itu.


Awal Januari, Gigi mulai sibuk membuat aransemen yang diikuti dengan serangkaian latihan di studio POS Entertainment. Panitia meminta kami tampil selama 45 menit, maka Gigi menyiapkan tujuh lagu. Dalam aransemen aslinya, rata-rata panjang lagu Gigi empat menit, sehingga total baru 28 menit, ditambah speech dua kali yang masing-masing dua menit, masih ada waktu tersisa 13 menit. Itu hitung-hitungan manajemen. Kami lupa bahwa dalam jazz, aransemen lagu bisa lebih panjang, apalagi Gigi berkolaborasi dengan Ron King Big Band.


Aransemen yang Sulit


Ada cerita menarik seputar keterlibatan Ron King ini. Begini, Gigi –melalui Budjana- sudah sejak dua tahun lalu ditawari Pieter Gontha untuk tampil di Java Jazz, tapi Budjana menolak. Menurut Budjana, ngapain Gigi yang pop-rock tampil di event jazz, kesannya kok terlalu dipaksakan. Sebagai gantinya Budjana menawarkan formasi jazz bentukannya sendiri, dan diterima. Tahun lalu kejadian ini kembali berulang dan Budjana yang jazz tampil di Java Jazz.


Tahun ini Gigi kembali ditawari. Kali ini kami memutuskan menerima dengan dua syarat, pertama Gigi akan membawakan komposisi jazz, dan kedua kami minta dikolaborasikan dengan Ron King Big Band. Permintaan kami dikabulkan. Tapi pekerjaan belum selesai, bahkan baru dimulai. Pertama-tama kami harus membuat aransemen jazz –tentu saja- terus mengirim aransemen dasar itu ke Ron King untuk dibuatkan aransemen brass-nya.


Ada cerita lucu seputar pembuatan aransemen ini. Waktu Budjana mengirim aransemen dasar melalui e-mail, pihak Ron King merespon dengan mengatakan bahwa aransemen itu cukup sulit. Mereka bisa mengerjakannya asalkan pihak Java Jazz memberi tambahan biaya aransemen. Cerita itu kami dengar saat kami dari pihak manajemen bersama Budjana dan Armand berkunjung ke markas Java Jazz untuk memastikan rencana kolaborasi dengan Ron King ini.


Kami tertawa terbahak-bakak mendengarnya karena merasa jawaban ini lucu sekali. “Rupanya band bule juga pakai argo, kayak taksi,” kata Budjana. Tambahan biaya itu tidak banyak sebenarnya, cuma 250 dolar per lagu. Tapi justru karena murah itu kami merasa ini lucu sekali. Karena Java Jazz tidak menanggung tambahan biaya itu, kamilah yang harus menanggungnya. Caranya dengan memotong honor main Gigi, he..he..


Kami oke saja dengan biaya tambahan itu, dengan satu syarat, aransemen big band itu menjadi milik Gigi. Ron King tidak keberatan sehingga kami pun sepakat. Dalam kunjungan ke markas Java Jazz itu kami mendapat informasi lebih jauh bahwa untuk setiap lagu yang diaransemennya, Ron King menarik biaya ke Java Jazz sebesar 500 dolar. Khusus untuk tujuh lagu Gigi yang katanya sulit itu, mereka menarik 750 dolar, yang 250 harus kami tanggung sendiri. Unik juga, sekarang kami jadi tahu bagaimana cara dan logika kerja para musisi dunia.


Menurut KapanLagi.com, Ron King Big Band digawangi oleh Ron King yang juga bertindak sebagai komposer, dengan anggota Billy Byers, Don Costa dan beberapa musisi yang lain. Sebagai pemain terumpet, nama Ron King sangat dikenal dalam komunitas musik jazz dunia. Banyak penghargaan telah diterimanya, di antaranya dari IAJE, NAJE, ASCAP, dan RMA.


Ron King tercatat sebagai penerima Gold Records untuk kerjanya bersama George Benson, Ricki Lee Jones, dan Marvin Gaye. Ia juga tampil dan rekaman bersama band-band besar dalam komunitas musik jazz di L.A., termasuk Bill Holman, Clayton Hamilton, dan Don Menza. Selain itu ia juga tercatat sebagai pemenang Academy Award untuk ilustrasi musik film Children of a Lesser God dan Ocean's 11.


Selain berkiprah di Ron King Big Band, ia juga memimpin Ron King Quartet yang anggotanya antara lain Dave Carpenter (bass) dan Gary Novak (drum). Ron King Big Band pernah mengiringi Slank dalam acara Java Jazz tahun 2009.


Untuk penampilan Gigi di Java Jazz ini, manajemen berencana untuk membuat live recording-nya. “Siapa tahu kami bisa membuat album jazz Gigi bersama Ron King, angan-angan yang tiba-tiba mewujud di depan mata,” kata Dhani, yang juga punya keinginan untuk membawa tur Gigi jazz ini. (son andries/POSe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar